Review artikel Jurnal

Rabu, 09 April 2014


Information Counseling and the Outsorching Challenge to Corporate Librarianship
Penulis : John Agada
Sumber : http://crl.acrl.org/content/58/4/337.full.pdf

Oleh  : Maliky Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
NIM : 1111025100040 

Artikel ini membahas kesulitan yang diajukan kepada pustakawan oleh tren untuk outsourcing layanan informasi perusahaan. sebuah analisis layanan perpustakaan perusahaan menunjukkan bahwa hanya layanan yang memerlukan kasus kasus perdiagnosis kebutuhan klien dapat mencegah penerapan outsourced. Sebuah konsep diperluas Model konselor informasi diusulkan sebagai strategi untuk mempengaruhi layanan DIAGNOSTICS tingkat tersebut. Artikel ini juga menyajikan kerangka untuk mengeksplorasi potensi pelayanan-pelayanan berdasarkan model layanan ini . itu pendidikan / pelatihan , politik , dan implikasi - administratif layanan tersebut telah dibahas di tempat lain dan dipublikasikan. Bahkan dalam hal ini Layanan Outsourcable dapat diferensiasi - diciptakan dari layanan nonoutsourcable oleh derajat mereka layanan customizationóthe desain atau pengemasan ulang ( didefinisikan di bawah ) layanan informasi baru atau yang sudah adauntuk mencocokkan kebutuhan yang unik dari klien.

Outsourcing adalah mendefinisikan ulang kepustakawanan perusahaan. Pengelolahan  outsourcing telah membantu meningkatkan pasar untuk layanan informasi yang independen ,banyak pustakawan menolak seperti langkah karir untuk takut kehilangan gaji, keamanan kerja, dan prestige. Selain itu, beberapa perusahaan lebih memilih agen outsourcing nonlibrarian yang berbagi dalam pengetahuan khusus, tujuan, dan strategi bisnis mereka. Menurut agen dari perusahaan menggunakan agen outsourcing non librarian, kenapa begitu penting untuk kami adalah bahwa mereka akan menyadari dan berpartisipasi dalam pengelolaan seluruh informasi literasi dari sebuah korporasi. Bagaimana pustakawan perusahaan reposisi layanan mereka untuk menjadi kompetitif dalam menghadapi suatu tan-tangan? Konseling Informasi dan Outsourcing Tantangan koperasi Perpustakaan John Agada Outsourcing layanan informasi tantangan perpustakaan perusahaan untuk mengalihkan fokus mereka terhadap layanan-layanan yang tidak mudah outsourcable . Analisis layanan perpustakaan menunjukkan bahwa tingkat diagnostik pelayanan berpotensi paling outsourcable . Untuk efek initingkat pelayanan , disarankan agar pustakawan perusahaan berfungsi sebagai konselor informasi pada tim proyek multi fungsi . Kerangka untuk Model diperluas dari peran konselor informasi mengintegrasikan informasi layanan diagnostik dan pengemasan ulang disajikan .John Agada adalah Asisten Profesor di Sekolah Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Universitas Wisconsin – Milwaukee; e - mail: agada@csd.uwm.edu .338 Universitas dan Perpustakaan Penelitian Juli 1997

            Tidak hanya itu Tugas Kepustakawanan perusahaan perlu ditinjau kembali mengingat beban pelayanan kemas ulang informasi potensial atau outsourcing. Meningkatnya kecanggihan yang dimiliki oleh klain perusahaan juga mengimbau pustakawan perusahaan agar menunjukkan keterampilan mereka dalam mengelolah infoermasi. Agada (1997) menyatakan bahwa dalam hal outsourcing pelayanan yang bersifat penafsiran dan evaluatif, khususnya, harus diawasi betul oleh pustakawan penanggung jawab. Pustakawan ini mempunyai pengetahuan pekerjaan yang dekat terhadap tujuan, peran, gaya belajar, dan sudut pandang klien.

Dalam hal ini sesuai dengan pernyataan yang di utarakan oleh Agana bahwa suatu perpustakaan perusahaan perlu adanya tim berbasis projek untuk pelayanan kemas ulang informasi. Dengan kata lain, seorang pustakawan yang menyediakan jasa kemas ulang interpretatif dan evaluatif kepada pimpinan puncak harus mempunyai tingkat sebanding layaknya presiden dan wakilnya. Wakil presiden yang bertanggung jawab atas pelayanan informasi atau petugas informasi dari kepala organisasi
 


TABLE 1
The Solution Map



Planning


Design
Implementation
Managing/Evaluation
Task
Objectives






Task
Processes






Requisite
Knowldege
Skills, and attitudes








Requisite
Information
Procceses










Dalam laporan yang menandakan Managing/Evaluation

            Laporan evaluasi memberikan pendapat atau penilaian lebih dari laporan yang didasarkan pada laporan kelayakan dan rekomendasi, yaitu memberikan kajian tentang nilai. Laporan ini semestinya membandingkan objek sejumlah persyaratan (kriteria) dan menentukan tingkat pemenuhannya. Secara umum, laporan evaluasi akan menampilkan rekomendasi menyeluruh pada tindakan yang akan diambil. Dengan demikian antara informasi konseling dibutuhkan dan korporasi perpustakaan sangat dibutuhkan.
              Saran yang membangun sangat dibutuhkan dalam hasil review artikel ini, tidak ada kesempurnaan yang ada dalam ulasan ini melainkan kesalahan yang tak terkira, bukan berarti sempurna akan tetapi npenulis mengharapkan masukkan agar menambah kesempurnaan yang tak terkira dikemudian nanti artinya penulis akan mengkaji terus dari sebuah kesalahan. 

Diberdayakan oleh Blogger.